Tampilkan postingan dengan label Negara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Negara. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Desember 2011

Harapanku Untuk Ketua KPK Terpilih

Bulan ini Indonesia telah memiliki Ketua KPK yang baru. Ketua sebuah lembaga yang diharapkan mampu menjadi momok bagi koruptor, menjadi lembaga yang mampu menekan hingga titik nol korupsi di republik tercinta ini sekaligus menjadi lembaga yang mampu membuat sengsara koruptor, serta menjadi lembaga yang mampu membuat ketenangan di masyarakat atas kekejaman koruptor di Indonesia .

Terpilihnya Ambraham Samad sebagai Ketua KPK yang baru melalui voting oleh anggota DPR,  patut saya apresiasi, terlepas dari tidak terpilihnya Yunus Husain sebagai salah satu kandidat terbaik yang banyak masyarakat harapkan dapat menduduki posisi di lembaga antikorupsi tersebut. Banyaknya kandidat terpilih yang justru bukan kandidat yang dijagokan masyarakat dan panitia seleksi membuat sedikit kekecewaan di hati saya, namun saya tetap berharap ketua terpilih ini dapat bekerja maksimal dan mampu menjadi jawaban atas kekecewaan sebagian masyarakat atas proses pemilihan mereka di DPR.

Kita semua dapat melihat hanya Bambang Widjoyanto, calon yang diunggulkan pansel yang terpilih di jajaran Ketua KPK tersebut. DPR benar benar tidak mempertimbangkan rangking calon pimpinan KPK yang diberikan pansel. Yunus Husain, Abdullah H tak mampu mendapatkan suara yang cukup untuk menduduki posisi tersebut. Entah bagaimanpun, DPR tak mau menganggap pansel lebih pintar dari mereka, DPR punya pandangan dan pertimbangan lain terhadap para calon pimpinan KPK tersebut. Semoga pertimbangan-pertimbangan ala DPR itu tidak merupakan kamuflase atas pertimbangan politik yang selama ini ciri tersebut melekat pada diri DPR.

Sosok Abraham Samad yang konon lebih asing dimata masyarakat dibanding pimpinan yang lain, berjanji akan mengundurkan diri dari jabatanya, jika dalam waktu satu tahun tidak mampu memberikan hasil kerja yang bagus dalam pemberantasan korupsi di Indonesia. Sosok Abraham Samad pun berjanji untuk tidak mengumbar statement di media massa ala artis sebagaimana ia katakan seperti Busro Muqoddas. Semoga saja ia konsisten dengan semua perkataanya tersebut.

Wahai Abraham Samad, semua orang sadar akan tanggungjawabmu sangat berat,saat ini masyarakat sangat menuggu hasil kerja Anda, semoga Anda menjadi Ketua KPK yang lebih baik dari Ketua KPK sebelum-sebelumnya dan menjadi panutan bagi generasi berikutnya.Amiiin.

Selasa, 05 Mei 2009

Cobaan Bangsa di penghujung pemerintahan SBY tahun 2009

Cobaan Bangsa di penghujung pemerintahan SBY tahun 2009

Sekarang ini dan saat saat ini atau lebih tepatnya kalau kita mengatakan dalam bahasa inggris 'at present", negara kita ini sedang di guncang sebuah cobaan yang berpengaruh sekali dengan kehidupan berdemokrasi . Bagaimana tidak, bangsa kita , Indonesia yang sedang pelan pelan belajar berkehidupan berbangsa yang lebih baik dalam rangka mencapai kesejahteraan bersama, mengalami cobaan-cobaan yang sungguh berat. misalnya masalah DPT pemilu yang mempengaruhi cita cita pesta demokrasi yang jujur, adil dan ideal belum juga selesai , sudah muncul masalah lain yaitu pembunuhan pimpinan salah satu BUMN yang melibatkan salah satu orang yang sangat penting dalam negeri ini. Palu bapak hakim memang belum diketok tanda masalah sudah terang , namun keterlibatan orang penting tersebut sudah merupakan suatu cobaan yang patut diperhitungkan untuk masalah bangsa ini.

Untung negara ini sudah merdeka, sudah tidak dalam belenggu kekuasaan asing yang secara langsung menginjak nginjak harga diri bangsa seperti jaman pra kemerdekaan dahulu. Sudah banyak anak anak yang lulus pendidikan master maupun doktor, sudah sangat sedikit sekali orang penyandang buta huruf, sudah banyak anak bangsa ini yang menjadi dokter dan lain sebagainya sehingga semua itu meminimalisir akibat akibat yang timbul dari segala macam permasalahan yang mengisi negeri ini. Bayangkan jika bangsa ini belum juga dipenuhi orang orang pintar yang berwatak jujur, pasti kondisinya akan lebih runyam dari kondisi yang ada seperti ini.

Semoga dengan keterlibatan Ketua Kpk yang saat ini telah ditetapkan menjadi tersangka, tidak mengurungkan dan menurunkan semangat para jajaran penegak hukum seperti kpk dalam memerangi kemurkaan di negeri ini. Dan selain hal itu apapun yang terjadi jikalau ada udang di balik batu dengan penetapan ketua kpk ini, semoga hal tersebut akan segera terungkap dengan jelas dan para pihak terkait diadili seadil adilnya.

Selasa, 17 Maret 2009

Prajurit Tidak Pernah Salah

prajurit tidak pernah salah

suatu ketika saya berniat untuk mengirimkan sebuah buku kepada kaka saya yang ada di jawa timur. mengingat buku yang saya kirimkan sangat tebal saya berfikir bahwa ongkos pengirimanya pun akan lumayan mahal dibanding pengiriman buku yang biasa biasa saja. Karena pengiriman buku tidak terlalu mendesak maka saya mencoba mencari cara untuk meminimalisasi biaya pengiriman buku tadi. Cuma buku saja, tidak butuh mendesak, cari yang murah sajalah, yang penting sampai ( pikir saya ).Setelah melalui pertimbangan yang cukup matang saya memutuskan untuk mengirim buku tadi, melalui kantor pos saja, bukan melalui jasa titipan kilat yang terkenal mahal. Dalam hati, saya berfikir kalau saya pake jasa titipan kilat bisa habis 30 ribu, nah saya yakin karena beberapa pengalaman di kantor pos, kalau pake mode pengiriman yang
reguler saja, dikantor pos kemungkinan besar, paling banter habis 15 ribu, itupun terlalu mahal kayaknya, lebih murah bukan..??mengingat kantor pos tempatnya tidak begitu representatif dalam arti tidak sebanyak counter titipan kilat yang hampir ada disetiap kelurahan di jakarta ini, saya memutuskan untuk menyuruh ob yang ada di kantor saya .mas mas..saya minta tolong kirim ini ke kantor pos ya.
ok pak.cari yang paling murah aja ya ok pak. saya kasih 50 ribu sebagai pertimbagnan kalau terjadi apa 2 dijalan kan ada duwit lebih. saya berfikir ( ongkos 15 ribu, msih sisa 35 bila terjadi roda kempes dll) amanlah yang penting. dan setelah sekian lama, dia kembali dari kantor pos, dan dia langsung menyampaikan bukti pengiriman dan kunci sepeda motor saya ,yang saya pinjamkan sekaligus pengembalian sisa ongkosnya . ok makaasihyaaa.
mana pengembaliannya??. itu pak emmmm (saya lumayan lama berfikir, ko hanya 7 ribu pengembaliannyaa????) heheh setelah dia pergi, tak la ma saya melihat bukti pengiriman itu dengan tarif "43 ribu dengan catatan"kilat kusus"mati aku dalam hati,,,, aku yang salah mengasih info, harusnya saya lebih detail mengasih perintah..harus jeli memberi anggaran yang lebih wajar sehingga tidak merusak daya pikir ob tadi. saya yakin secara tidak langsung uang lima puluh ribu itu juga mampu membuat daya pikirnya berkembang, sehingga dia berfikir pasti harga yang diminta tidak jauh dari 50 ribu.lain kali saya akan lebih berhati hati dan lebih jelas dalam memberi perintah.